Membuka kembali catatan-catatan yang dibuat di sma. Catatan-catatan yang biasanya ditulis berdasar pada nukilan-nukilan dari buku-buku yang di baca. Ada satu tulisan yang cukup menarik perhatian saya saat tulisan saya yang tidak jelek, juga tidak bagus, dengan menggunakan pulpen hijau menghiasi kertas binder yang ada di catatan saya. Entah saya nulis ini ketika kelas satu atau dua sma.
Saya lupa dari buku apa catatan tersebut diambil, yang jelas diakhir tulisan tersebut tercantum Sayyid Quthb. Apakah di maalim fit thariq atau buku beliau yang lain. Berisikan tentang semangat, kesabaran dan kegigihan dalam berjuang di jalan Alloh. Dimana beliau yang mati syahid digantung oleh thaghut mesir, bersama beberapa kawan seperjuangannya; Muhammad Yusof Hawasy dan Abdul Fattah Ismail.
Dibawah ini merupakan salah satu pemikiran beliau disamping pemikiran-pemikiran lain yang oleh golongan tertentu pemikirannya dianggap membahayakan.
"Jamaah ideal - yang benar-benar nyata adanya dalam salah satu fase sejarah manusia - (generasi awal islam) itu, tidak muncul begitu saja. Ia juga tidak terwujud secara kebetulan dan tidak tercipta hanya dalam satu hari satu malam. Ia tumbuh secara alami sebagaimana tumbuhnya pepohonan yang akarnya menghujam ke bumi; perlu waktu cukup lama, perlu daya upaya yang berkesinambungan, teratur, terstruktur, dan terkonsep dengan baik sesuai dengan kebutuhan pada setiap fase pertumbuhannya. Untuk mewujudkannya, juga dibutuhkan perhatian khusus, kesabaran yang panjang dan kerja keras yang cermat dalam memberikan latihan dan ujian, arahan dan dorongan serta motivasi dan peneguhan. Bahkan, pada tahap tertentu memerlukan adanya cobaan praktis yang kadangkala harus menyengsarakan dan ujian-ujian yang sulit dan menyusahkan dengan disertai arahan tentang arti dan hikmah dari setiap cobaan dan ujian itu"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar