
Ibadah merupakan tugas hidup manusia (51:56). Namun ternyata tidak hanya manusia saja yang beribadah kepada Alloh, hewan-hewanpun beribadah juga kepada Alloh (24:41). Ibadah merupakan interaksi vertikal antara Ma’bud (Alloh) dan abid (manusia).
56. Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.(adz Dzariyat 56)
41. Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. masing-masing Telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya[1043], dan Allah Maha mengetahui apa yang mereka kerjakan. (an Nur :41)
[1043] masing-masing makhluk mengetahui cara shalat dan tasbih kepada Allah dengan ilham dari Allah.
Sehingga apa yang membedakan ibadah manusia dengan ibadah makhluk yang lainnya ? Ternyata eh ternyata perbedaannya adalah terletak pada fungsinya. Manusia mempunyai fungsi dan peran tersendiri dibandingkan makhluk yang lain.
Fungsi dari manusia adalah menjadi khalifah di muka bumi /menjalankan kekhalifahan Alloh dimuka bumi. (2:30). Kekhalifahan adalah sistem kehidupan yang berlandaskan pada Quran dan Sunnah.
30. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." (al Baqarah 30)
Dan peran dari manusia adalah memegang/menjalankan amanah Alloh (33:72). Amanah yang dimaksud adalah din Islam (beda makna antar din dan agama). Din tersebut disyariatkan kepada para Rasul untuk ditegakkan , dan jangan berpecah belah (42:13). Proses penegakkan din itu bukan hanya disyariatkan kepada para rasul saja, namun ini telah menjadi misi risalah yang harus dilanjutkan oleh para umat rasulnya. (42:28)
72. Sesungguhnya kami Telah mengemukakan amanat[1233] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, Maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (al Ahzab 72)
[1233] yang dimaksud dengan amanat di sini ialah tugas-tugas keagamaan (din)
13. Dia Telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang Telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang Telah kami wahyukan kepadamu dan apa yang Telah kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama[1340] dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya). (asy Syuura 13)
[1340] yang dimaksud: agama di sini ialah meng-Esakan Allah s.w.t., beriman kepada-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhirat serta mentaati segala perintah dan larangan-Nya.
28. Dia-lah yang mengutus rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai saksi. (al Fath 28)
Definisi dari fungsi itu sendiri adalah jabatan, kedudukan. Sedangkan peran adalah hal-hal yang dilakukan untuk melaksanakan jabatannya / wewenang-wewenang (batasan-batasan) dalam menjalankan fungsinya. Jadi fungsi tersebut di batasi oleh perannya.
Untuk makna ibadah itu sendiri adalah ketaatan, kepatuhan, ketundukan.
31. Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al masih putera Maryam, padahal mereka Hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.(at Taubah 31)
Salah seorang sahabat nabi, yakni Adi bin Hatim yang sebelumnya adalah nasrani sedikit melakukan “protes”/komentar mengenai ayat diatas. “ Ya Rasul , saya dulu nasrani, tapi saya tidak menyembah rahib-rahib kami ?”. Rasul jawab, “Apakah dulu rahib tersebut menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal?” ‘Betul’ jawab Adi. “dan kalian taat kepada rahib tersebut?” Maka itulah bentuk peribadahanmu kepadanya.
Sehingga, ibadah adalah ketaatan. Ibadah tidak lepas dari aturan-aturan. Ibadah adalah ketaatan kepada aturan. Yang diibadahi adalah pembuat aturannya (pemilik aturannya).
Cakupan ibadah harus memenuhi;
- Iman
- Ikhlas
- Menguswah pada Rasulullah Muhammad SAW
- Iltizam bil jama’ah
- Idzharuddin
Iman : berarti ia mengimani, mencintai, mentaati, meninggikan Allah serta mengkufuri, membenci, memusuhi, merendahkan thaghut
“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya . Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (An Nahl [16] : 36)
“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu ? Mereka hendak berhakim kepada thaghut , padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (An Nisaa’ [4] : 60)
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah [2] : 256)
“ Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan thaghut, sebab itu perangilah kawan-kawan syaitan itu, karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah.” (An Nisaa’ [4] : 76)
Ayat-ayat lain ; 4:51 5:60 39:17
Ikhlas : Ikhlas berarti memurnikan ketaatan hanya kepada Allah Ta’ala dalam berdinul Islam
“Sesunguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al Quraan) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya.” (Az Zumar [39] : 2)
“Katakanlah: "Sesungguhnya aku diperintahkan supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) din.” (Az Zumar [39] : 11)
“Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadat kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (Al Mu’min [40] : 14)
Ayat-ayat lain : 39:14 40:65 98:5
Menguswah : berarti amalannya sesuai dengan teladan yang Rasulullah contohkan. Apa yang Rasulullah contohkan maka kita ikuti. Yang harus kita uswah para rasul terutama yang termasuk dalam ulul azmi ( Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, serta Muhammad SAW)
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.” (Al Ahzab [33] : 21)
“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia; ketika mereka berkata kepada kaum mereka : "Sesungguhnya kami berlepas diri daripada kamu dari daripada apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja. Kecuali perkataan Ibrahim kepada bapaknya : Sesungguhnya aku akan memohonkan ampunan bagi kamu dan aku tiada dapat menolak sesuatupun dari kamu (siksaan) Allah". (Ibrahim berkata): "Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali."(Al Mumtahanah [60] : 4)
Fudhail bin Iyadh pernah berkata bahwa amal kebaikan itu harus ikhlas dan benar, ikhlash karena Allah Ta’ala dan benar karena sesuai dengan petunjuk nabi.
Iltizam bil jamaa’ah : artinya dalam melakukan amal ketaatan hendaknya kita mengikatkan diri pada jamaah Islam (dinul Islam). Dan janganlah kita sendiri-sendiri dan juga janganlah berpecah belah.
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah bersama-sama,dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara. dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran [3] :103)
“Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,” (Al Fajr [89] : 29)
Idzharuddin : dalam melakukan amalan-amalan kebaikan harus dilandasi bahwa amalan ini dalam rangka mengidzharkan (memenangkan) din Islam.
“Dia telah mensyari'atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu : Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (Asy Syuura [42]: 13)
“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”(Al Fath [480 : 28) ayat sejenis 9:33